Balada Omengg

Dari sekian paraban yang saya miliki -lebih tepatnya saya peroleh dari individu2 tidak bertanggungjawab, saya menyukai sebuah paraban : OMENGG. Saya tidak tahu kapan dan siapa yang memberi paraban ini saking banyaknya paraban saya, tapi sejauh memori saya yang bisa saya gapai, Omengg adalah paraban yang diberkan sejak saya kecil.

Mungkin inilah salah satu alasan mengapsa saya menyukai paraban ini. Seakan paraban ini mengingatkan saya akan jeritan seorang ibu yang sedang berperang dengan panci dan penggorengan di medan tempurnya. Mengapa harus ibu? karena ketika masih di rumah, manusia yang paling sering memanggil saya dengan paraban OMENGG adalah ibu. Sesederhana itu saja.

Dan akhir2 ini, saya sering teringat akan beliau. Mungkin ini adalah imbas dari kebiasaan saya memasukkan nama OMENGG sebagai alias dalam segala tulisan saya. Baik di koran sekolah maupun majalah yang pernah memuat tulisan saya. Memang jika dilihat, agaknya janggal ada 2"g" dalam Omengg tersebut. Sebenarnya ini adalah sebuah kata yang bermetaforik dari 1 g menjadi 2 g. Alasan akan metaforik itu kiranya tidak akan saya ulas sebab terlalu panjang. Ini menuntut rentetan sejarah, realita, imajinasi, dan batin saya sendiri dengan sebuah tokoh fiksi dalam buku "RUMAH KACA".  Sebut saja namannya Pangemanann, dengan 2n lho. Sama seperti Omengg dengan 2 g.

Pribadi fiksi yang melambangkan nurani ini mengingatkan saya pada apa yang selama ini hilang dalam diri saya. Keberanian memilih nurani. Melepas semua topeng bajingan yang selama ini saya pertontonkan di dalam dunia. Topeng aroganisme dan ambisi untuk tercerahkan. Hingga akhirnya tersisa satu jati diri dengan label Omengg di dalamnya. Sebuah paraban yang saya banggakan.

Dan samapi saat ini saya masih berkarya dalam dunia Omenng. Semua tulisan, komik, aransemen, selalu saya beri label OMENGG. Meski banyak orang bertanya "Omengg siapa  dan apa sih?" sambil terkagum2 di dalamnya, say hanya bisa tersenyum. Melihat bahwa balada OMENGG terus berlanjut bukan di dalam OMENGG, tapi di satu mulut ke mulut lain.

Komentar

Postingan Populer