Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

KENAPA HARUS SAYA?

“Kenapa harus saya?” Sebuah pertanyaan mencuat begitu saja di dalam benak saya ketika saya ditunjuk memerankan salah satu tokoh dalam pagelaran teater untuk acara kampus. Waktu itu bulan Januari, kalau tidak salah. Saya bertanya-tanya bukan karena saya tidak mau ber-teater ria. Saya mau. Tapi untuk memerankan sosok tokoh yang memiliki banyak adegan, dialog, dan karismatik… Jujur saja, saya merasa tidak layak. Saya merasa tidak layak. Selama semester ganjil, saya telah melihat banyak teman saya yang punya kualitas dan komitmen yang jauh di atas saya dalam dunia teater. Mereka punya sesuatu yang tidak saya punya: gairah untuk berkarya dan sebuah idealisme berfilsafat dalam seni peran. Saya? Saya ada di sana cuma karena suka, cinta, dan sedikit paksa dari ketua Senat Mahasiswa. Mereka yang saya temani selama semester ganjil lebih layak dibanding saya. Mereka lebih banyak yang punya karisma untuk bermain banyak laga di panggung sana. Mereka lebih banyak punya tenaga untuk latihan ...

Postingan Terbaru

Boys always be Boys

Permenungan di Geladak

Sebuah Proyek Gila

Sebuah Misteri bernama Jenny

TGIF: Thanks God It's Friday

Saya dan Natal [Very Late Post]

Saya dan Sesuatu-Yang-Disebut-Mimpi

Danilla, Saya, dan Sesuatu-Yang-Disebut "UAS"

Sebuah Alasan...

Malam Minggu di Awal Mei