Saya dan Natal [Very Late Post]

Saya dan Komunitas Unit Wisma Dewanto Serikat Yesus
[25/12/2017]

Natal datang lagi tahun ini...

Dan saya masih belum bisa merasakan "Natal" sebagaimana yang orang-orang kebanyakan rasakan; kegembiraan, salju, keluarga, kue jahe, lagu ceria, dan lain sebagainya. Saya belum bisa, lebih tepatnya, saya tidak bisa.

Alasannya sederhana. Sejak kecil, saya tidak pernah merayakan Natal. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin karena lingkungan sekitar. Tempat saya tinggal bukanlah tempat yang tepat untuk merayakan Natal sebagaimana Natal yang selama ini dipaparkan oleh media dan dunia; Salju, Lagu Natal, Kado, Liburan Panjang, dan lain sebagainya. Tempat saya tinggal adalah kebalikannya; Kering [atau basah kalau hujan], Tidak ada Lagu Natal di kanan-kiri, Tidak ada kado, dan Tidak ada LIBURAN PANJANG!!! Saya memang memperingati Natal sebagaimana orang-orang lakukan: tanggal merah-libur singkat-ke gereja-nonton pelbagai film khas natal di siaran televisi. Itu saja. Saya memperingati Natal, tapi tidak merayakannya sebagaimana Natal. Saya memperingati Natal, tapi terasa hambar.

Harus saya akui, saya memang tidak punya semangat Natal sebagaimana orang-orang kebanyakan. Natal adalah hari libur biasa bagi saya. Sejak kecil, saya tidak pernah mendapat kado natal. Saya tidak pernah percaya dengan Sinterklas. Saya tidak pernah bisa menyanyi lagu-lagu ceria natal. Saya tidak kenal, bahkan. Kalau diingat, saya memang tidak bahagia... Hahaha...

Kalau boleh jujur, saya sedikit merasa sedih melihat masa-masa yang seharusnya indah itu terasa hambar, cenderung menyakitkan untuk saya dewasa ini. Saya sedih... Mungkin orang-orang banyak yang senasib juga sedih. Namun saya beruntung. Masa-masa yang terlewatkan itu kini seakan dibayar ketika saya dewasa. Ya, kini saya merasakan Natal seperti yang dulu saya impikan. Tidak persis memang. Belum ada salju (^_^"), tapi bagi saya itu sudah cukup. Saya merasa cukup dengan Natal yang kini saya nikmati; kue kering, pesta, bir, tukar kado, lagu Natal, kebersamaan, keceriaan, dan lain sebagainya.

Saya merasa cukup...
Itu saja...
Terima kasih untuk semua kecukupannya...

Cheerrsss!!!
[25/12/2017]

Komentar

Postingan Populer