Sebuah Keputusan

dalam perjumpaan saya dengan berbagai pengalaman dalam hidup, saya sadar bahwa hal yang paling sulit manusia hadapi ialah pilihan. kenapa pilihan? karena dalam pilihan, selalu ada keputusan yang diambil.keputusan tersebut kemudian akan menentukan akan apa jadinya manusia tersebut kelak. contoh konkritnya; ketika kita menemui sebuah soal pilihan ganda dalam lembar ujian. jika kita memilih pilihan a, misalnya, minggu depan kita akan mendapat nilai A+... sementara jika kita memilih pilihan lain, yang kia dapat hanya nilai A saja. dalam contoh tersebut dapat kita lihat betapa besar efek dari sebuah keputusan dalam suatu pilihan.
dan dalam hidup ini, terkadang ada keputusan yang tidak dapat kita ketahui efeknya dalam waktu singkat. apakah keputusan itu tepat atau tidak, kita tidak tahu. masa depan juga tidak tahu.
Tidak ada yang tahu, bahkan sesuatu yang kita sebut Tuhan juga. Keputusan seperti itu, hanya kita, si pembuat keputusan yang tahu. Kenapa? Karena kita yang menentukan apakah keputusan tersebut berguna atau hanya sampah belaka.
Dan kali ini, saya ada dalam sebuah pilihan yang menuntut saya memutuskan hal tersebut dan mempertanggungjawabkannya. Ya, untuk satu tahun belakang ini, saya memutuskan untuk hiatus diantara jaringan gelombang elektromagnetik alias dunia maya. Keputusan ini saya dasari berdasarkan kerinduan saya untuk berpijak pada sesuatu yang nyata, yang ada pada diri saya : disini dan saat ini... HIC et NUNC...
Memang berat, karena saya harus melepas komunikasi dengan dunia luar saya... dunia yang mengingatkan saya bahwa saya masih hidup dalam dunia remaja. Tapi bukan itu saja, saya juga harus melepas komunikasi dengan orang-orang yang saya cintai, seperti kakak saya yang super jenius dan mudah kedinginan : JENNY. Namun, saya juga sadar, saya tidak selalu hidup dalam dunia remaja saja... saya suatu saat kelak akan hidup dalam dunia yang menuntut kebijaksanaan dan kekonsistensian saya dalam mengambil keputusan.
ya, saya memutuskan untuk berhenti menggunakan jejaring sosia... sekiranya setahun ini. Namun hal ini bukan berarti saya berhenti memperhatikan dunia luar dan bercerita dengannya. Saya, jika masih pnya kesempatan, akan mencoba bercerita pada dunia luar melalui tulisan ini dan mungkin tulisan di media-media lain...
Tidak ada yang tahu, bahkan sesuatu yang kita sebut Tuhan juga. Keputusan seperti itu, hanya kita, si pembuat keputusan yang tahu. Kenapa? Karena kita yang menentukan apakah keputusan tersebut berguna atau hanya sampah belaka.
Dan kali ini, saya ada dalam sebuah pilihan yang menuntut saya memutuskan hal tersebut dan mempertanggungjawabkannya. Ya, untuk satu tahun belakang ini, saya memutuskan untuk hiatus diantara jaringan gelombang elektromagnetik alias dunia maya. Keputusan ini saya dasari berdasarkan kerinduan saya untuk berpijak pada sesuatu yang nyata, yang ada pada diri saya : disini dan saat ini... HIC et NUNC...
Memang berat, karena saya harus melepas komunikasi dengan dunia luar saya... dunia yang mengingatkan saya bahwa saya masih hidup dalam dunia remaja. Tapi bukan itu saja, saya juga harus melepas komunikasi dengan orang-orang yang saya cintai, seperti kakak saya yang super jenius dan mudah kedinginan : JENNY. Namun, saya juga sadar, saya tidak selalu hidup dalam dunia remaja saja... saya suatu saat kelak akan hidup dalam dunia yang menuntut kebijaksanaan dan kekonsistensian saya dalam mengambil keputusan.
ya, saya memutuskan untuk berhenti menggunakan jejaring sosia... sekiranya setahun ini. Namun hal ini bukan berarti saya berhenti memperhatikan dunia luar dan bercerita dengannya. Saya, jika masih pnya kesempatan, akan mencoba bercerita pada dunia luar melalui tulisan ini dan mungkin tulisan di media-media lain... 
Tidak ada yang tahu, bahkan sesuatu yang kita sebut Tuhan juga. Keputusan seperti itu, hanya kita, si pembuat keputusan yang tahu. Kenapa? Karena kita yang menentukan apakah keputusan tersebut berguna atau hanya sampah belaka.
Dan kali ini, saya ada dalam sebuah pilihan yang menuntut saya memutuskan hal tersebut dan mempertanggungjawabkannya. Ya, untuk satu tahun belakang ini, saya memutuskan untuk hiatus diantara jaringan gelombang elektromagnetik alias dunia maya. Keputusan ini saya dasari berdasarkan kerinduan saya untuk berpijak pada sesuatu yang nyata, yang ada pada diri saya : disini dan saat ini... HIC et NUNC...
Memang berat, karena saya harus melepas komunikasi dengan dunia luar saya... dunia yang mengingatkan saya bahwa saya masih hidup dalam dunia remaja. Tapi bukan itu saja, saya juga harus melepas komunikasi dengan orang-orang yang saya cintai, seperti kakak saya yang super jenius dan mudah kedinginan : JENNY. Namun, saya juga sadar, saya tidak selalu hidup dalam dunia remaja saja... saya suatu saat kelak akan hidup dalam dunia yang menuntut kebijaksanaan dan kekonsistensian saya dalam mengambil keputusan.
ya, saya memutuskan untuk berhenti menggunakan jejaring sosia... sekiranya setahun ini. Namun hal ini bukan berarti saya berhenti memperhatikan dunia luar dan bercerita dengannya. Saya, jika masih pnya kesempatan, akan mencoba bercerita pada dunia luar melalui tulisan ini dan mungkin tulisan di media-media lain...
saya belum tahu apakah hal ini akan berguna atau tidak. Saya hanya belajar. Belajar jika kelak saya memang tidak bisa berhubungan dengan jejaring sosial di kehidupan saya selanjutnya. Hanya itu saja. Doakan saya, seperti saya yang mendoakan orang yang tidak pernah hidup dalam realita.
SAYONARA
                                                                       


                                                                        
                                                                        

Komentar

Postingan Populer